TM 1. SEJARAH SINGKAT IKATAN PENCAK SILAT SELURUH INDONESIA
SEJARAH SINGKAT IKATAN PENCAK SILAT SELURUH INDONESIA
1. Dapat menjelaskan sejarah dan
perkembangan Pencak Silat Indonesia dan aspek-aspek keilmuan yangterkandung
didalamnya.
v Ikatan Pencak
Silat Indonesia (IPSI)
adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi, antara lain
menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang
dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun.
2. Dapat menjelaskan perbedaan perkembangan pencak silat antara:
a). zaman sebelum penjajahan Belanda,
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan
nusantara semenjak
abad
ke-7 masehi, akan
tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah
diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas. kemudian
berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya
historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi
di masyarakat. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit
serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang
mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi. sejak zaman
sebelum penjajahan Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang
sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.
Pemerintah Belanda tidak memberi
kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena
dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Kesempatan-kesempatan
yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih
digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara
saja. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai
perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.
c). Pada pendudukan Jepang,
dan
Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan
dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong
dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat
pertahanan menghadapi sekutu.
Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak
diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari
dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di
lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo
didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai
identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia
maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh
Mr. Wongsonegoro.
Prosesi sejarah Berdirinya I.P.S.I. yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, adalah organisasi nasional Pencak Silat tertua di dunia dan satu-satunya organisasi nasional Pencak Silat di Indonesia. Bapak-bapak pendiri IPSI adalah :
Tujuan berdirinya IPSI ada 3, yaitu :
(1). Mempersatukan dan
membina seluruh perguruan Pencak Silat di Indonesia.
(2). Melestarikan,
mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya.
(3). Menjadikan Pencak
Silat dan nilai-nilainya sebagai sarana pembangunan bangsa dan akhlak.
Wilayah kerja dan skala kegiatan IPSI meliputi seluruh wilayah Indonesia. Anggota IPSI terdiri dari perguruan-perguruan Pencak Silat yang secara sukarela menyatakan menjadi anggota IPSI dan bersedia menyesuaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya (AD dan ART-nya) dengan AD dan ART IPSI. Jumlah seluruh anggota IPSI sekitar 800-an perguruan Pencak Silat. Aliran Cimande dan Silek Tuo (Minangkabau) adalah aliran Pencak Silat tua dan besar di Indonesia, yang mempengaruhi banyak aliran Pencak Silat yang diajarkan di berbagai perguran Pencak Silat di Indonesia maupun di negara sumber Pencak Silat lainnya
Lambang Kebesaran IPSI
Kode Etik, Ada 2 Kode etik manusia Pencak Silat Indonesia, yakni Ikrar Pesilat Indonesia dan Sapta Prasetya Pesilat Indonesia. Yang disebut pesilat Indonesia, adalah “Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri.
Lambang IPSI disusun bersama oleh Yanuarno dan Harsoyo. Yanuarno menyusun gambar lambang, sedangkan Harsoyo merumuskan makna gambar tersebut. Lambang tersebut disahkan oleh Munas IPSI tahun 1977.
Ada 9
makna lambang IPSI sebagai berikut:
01. Warna Dasar Putih : berarti suci dalam amal perbuatan;
02. Warna Merah :
berarti berani dalam kebenaran;
03. Warna Hijau :
berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju emantapan jiwa,
karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa secara hikmat
dan syahdu;
04. Warna Kuning :
berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan
kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa;
05. Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil
Pancasila, serta bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati;
06. Sayap Garuda berwarna Kuning berototkan merah :
berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan
dan dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti
tanggal berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18
lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan semangat
Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara;
07. Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga
merupakan ikatan perikemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh
asas kekeluargaan, persaudaraan dan kegotong royongan;
08. Ikatan pita berwarna merah Putih : bahwa IPSI merupakan
suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak Silat, yang menjadi hasil
budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah
air Indonesia; dan
09. Gambar tangan putih di dalam Dasar hijau :
menggambarkan bahwa IPSI
membantu negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik
agar kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta
berbadan sehat, kuat dan tegap. (http://www.word-press.com/2007/07/19/sejarah-perkembangan-pencak-silat).
Tokoh-Tokoh Pimpinan IPSI :
Sejak tahun 1948 sampai 2005, di tataran nasional, IPSI dipimpin oleh 4 orang Ketua Umum PB IPSI, yaitu:
1. Wongsonegoro
(1948-1973),
2. Tjokropranolo
(1973-1981),
3. Eddie M. Nalapraya
(1981-2003). dan
4. Prabowo Subianto
(sejak 4 Juli 2003 - sekarang).
Program pembinaan Pencak Silat. Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah. Usaha yang telah dirintis pada periode permulaan kepengurusan di tahun lima puluhan, yang kemudian kurang mendapat perhatian, mulai dirintis dengan diadakannya suatu Seminar Pencak Silat oleh Pemerintah pada tahun 1973 di Tugu, Bogor.
Menurut Sedangkan pengembangannya telah diserahkan kepad setiap perguruan yang ada. Sistem pembinaan yang dipakai oleh IPSI ialah setiap aspek yang ada dijadikan jalur pembinaan, sehingga jalur pembinaan Pencak Silat meliputi :
1. Jalur pembinaan seni,
2. Jalur pembinaan olahraga,
3. Jalur pembinaan bela diri,
4. Jalur pembinaan kebatinan.
Keempat jalur ini diolah, dengan saringan dan mesin sosial budaya, yaitu Pancasila.
Padepokan Pencak Silat Inonesia.
01.
Pintu Gerbang Padepokan IPSI
Alamat.

Alamat Pengurus Besar IPSI (PB IPSI) adalah : Padepokan
Pencak Silat Inonesia Jl. Taman Mini I, Jakarta 13560, telepon / fax :
021-8413815 / 021-8416214.http://www.persilat.org/Ipsi_Indonesia.htm;
diakses, Selasa, 17022009, jam 11.18 wib.
02.
Makna Arsitektur.
Padepokan adalah istilah Jawa yang berarti sebuah
kompleks perumahan dengan areal cukup luas yang disediakan untuk belajar dan
mengajar pengetahuan dan keteram-pilan tertentu. Padepokan yang disediakan
untuk belajar dan mengajar Pencak Silat dinamakan Padepokan Pencak Silat. Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI) adalah padepokan berskala nasional dan internasional
yang berlokasi di diatas lahan yang luasnya sekitar 5,2 hektar di kompleks
Taman Mini Indonesia Indah. Luas
total bangunannya sekitar 8.700 m2 dan luas total selasar-selasarnya sekitar
5.000 m2. Padepokan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Soeharto pada tanggal
20 April 1997.
03.
Fungsi Padepokan Pencak Silat Indonesia.
1.
Sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan
promosi berbagai hal yang menyangkut Pencak Silat
2.
Sebagai pusat berbagai kegiatan yang berhubungan dengan
upaya pelestarian, pengembangan, penyebaran dan peningkatan citra Pencak Silat
dan nilai-nilainya
3.
Sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan
masyarakat Pencak Silat Indonesia
4.
Sebagai sarana untuk memperetat persahabatan diantara
masyarakat Pencak Silat di berbagai negara
5.
Sebagai sarana untuk memasyarakatkan 2 kode etik manusia
Pencak Silat, yakni : Prasetya Pesilat Indonesia dan Ikrar Pesilat. http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat/;
diakses, Selasa, 17022009, jam 09.19 wib.
4.
5.
6.
Penerapan Ikrar dan Prasetya Pesilat.
Ikrar Pesilat, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya
sendiri. Kode etik ini terdiri dari 5 butir janji, yang naskah lengkapnya
sebagai berikut
”Ikar Pesilat”
1)
Pesilat adalah pribadi yang berbudi pekerti luhur.
Misalnya : Selalu
berbicara dan berprilaku sopan kepada sesorang yang lebih tua.
2)
Pesilat adalah manusia yang menghormati sesamanya serta
mencintai persahabatan dan perdamaian.
Misalnya : Tidak membeda
bedakan teman sahabat dalam bergaul meskipun berbeda organisasi dan kepercayaan
3)
Pesilat adalah manusia yang senantiasa berpikir dan
bertindak positif, kreatif dan dinamis.
Misalnya : Tidak mempunyai
sifat pesimis dan senantiasa berfikir positif dalam memecahkan masalah.
4)
Pesilat adalah kesatria yang menegakkan kebenaran,
kejujuran dan keadilan serta senantiasa tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan
godaan.
Misalnya : Seorang pesilat
bisa mencontohkan atau bersikap jujur, dan adil dalam menyelesaikan berbagai
masalah.
5)
Pesilat adalah kesatria yang senantiasa bertanggungjawab atas kata-kata dan
perbuatan-perbuatannya.
Misalnya : Pesilat harus
bisa dipegang apapun omongannya dan jelas.
Yang
disebut pesilat Indonesia, adalah “Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti
pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari
7 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :
“Prasetya Pesilat
Indonesia”
1.
Menjalankan kewajiban sebagai makhluk tuhan yang maha
esa. Misalnya beribadah dan lain sebagainya.
2.
Tidak membuat keributan dan memicu perpecahan antara organisasi pencak silat.
3.
Mengembangkan pencak silat di indonesia agar pencak silat
tetap bertahan dan tetap di lestarikan dari budaya indonesia. Contohnya
berperan aktif dalam kegiatan pencak silat.
4.
Saling toleransi antar anggota pencak silat dan Tidak
membuat keributan antar anggota pencak silat.
5.
Mengembangkan pencak silat dan tetap menjaga kerukunan
anggota pencak silat meski berbeda-beda organisasi.
6.
Melakukan hal dengan benar dan Selalu melakukan sesuatu
dengan jujur dan adil.
7. Tetap teguh pada pendirian dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan pencak silat. Terlebih tidak mudah terprovokasi oleh hal yang memicu perpecahan dalam dunia pencak silat.
1) Menjelaskan
arti, fungsi dan macam Seni Bela Diri.
Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara
seseorang untuk mempertahankan/membela diri. Seni bela diri telah lama ada dan
berkembang dari masa ke masa. Pada dasarnya, manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri
dan hidupnya. Dalam tumbuh atau berkembang, manusia tidak dapat lepas dari
kegiatan fisiknya. Hal inilah yang akan memicu aktivitas fisiknya sepanjang
waktu.
Fungsi seni
bela diri
1) Tubuh lebih bugar.
2) Mengontrol Berat Badan.
3) Melatih kemampuan motoric
4) Mampu membela diri
5) Meningkatkan displin dan Komitmen.
6) Belajar percaya diri.
7) Melatih kemampuan bersosialisasi
Macam-macam
seni bela diri
1) Pencak silat
2) Tarung Derajat
3) Karate
4) Taekwondo
5) Jujutsu
6) Judo
7) Aikido
8) Ninjutsu
9) Kung Fu
2) Menjelaskan macam aliran dan Perguruan silat di Indonesia dan luar negeri.
Aliran Silat Indonesia
1) ALIRAN KUMANGO
Satu diantara
silat yang tumbuh dan berkembang di Lantai Batu Sumatra Barat adalah aliran
silat Kumango. Sesuai dengan namanya silat ini berasal dari kampung Kumango.
Guru pertamanya adalah Syech Abdul Rahman yang karena kepandaiannya bersilat di
daerah tersebut mendapat sebutan Syech Kumango. Guru silat ini kemudian
mempunyai dua anak yang bernama Ibrahim Paduko Sultan dan Syamsarif Malin
Marajo.
2)
ALIRAN CINGKRIK
Cingkrik merupakan salah satu aliran silat Betawi. Karena beberapa gerakan
utama dalam aliran silat ini adalah berlompatan dengan satu kaki (orang Betawi
menyebutnya Jejingkrikan), silat ini disebut Jingkrik atau Cingkrik. Cingkrik
inilah yang dipercaya menjadi “mainan” Si Pitung. Dalam perkembangannya,
Cingkrik terpisah jadi beberapa aliran yang namanya diciptakan oleh orang yang
mengajarkannya. Sampai saat ini ada dua aliran Cingkrik, yakni Cingkrik Sinan
dan Cingkrik Goning.
3)
ALIRAN SABENI.
“MAEN PUKULAN “ aliran SABENI. Saat ini aliran Sabeni dilestarikan oleh
anak dan keturunan dari Sabeni dan berpusat di daerah Tanah Abang, salah
satunya adalah Bapak M. Ali Sabeni yang merupakan anak ke-7 dari Sabeni yang
selain sebagai penerus Silat Sabeni juga seorang tokoh seniman Sambrah Betawi
(Orkes Melayu Betawi).
4)
ALIRAN BEKSI
Ilmu Seni Bela Diri BEKSI berasal dari Negeri China yang dibawa pertama
kalinya ke Indonesia (Batavia.red) oleh seorang guru keturunan China yang
bernama “Alm. Lie Ceng Oek” yang bermukim dan bertempat tinggal di daerah
Dadap, Tangerang.
5) ALIRAN
CIMANDE
Menurut
informan Pencak Silat aliran Cimande pertama kali diciptakan dari seorang Kyai
bernama Mbah Kahir. Mbah Kahir adalah seorang pendekar Pencak Silat yang
disegani. Pada pertengahan abad ke XVIII (kira-kira tahun 1760), Mbah Kahir
pertama kali memperkenalkan kepada murid-muridnya jurus silat. Oleh karena itu,
ia dianggap sebagai Guru pertama silat Cimande.
6)
ALIRAN CIKALONG
Bermula dari
nama desa Cikalong Kabupaten Cianjur pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan
menyebar, penduduk tempatan menyebutnya "Maempo Cikalong". Khususnya
di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh perguruan
pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini.
Aliran Silat Luar Negri
1) Malaysia.
01.
Gayung Malaysia - salah satu dari 4 perguruan
silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia.
02.
Silat Cekak – merupakan tipe silat bertahan,
sebab memakai 99% teknik bertahan dan hanya 1% teknik menyerang. Merupakan
salah satu dari 4 padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia.
03.
Silat Lincah - salah satu dari 4 padepokan
silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia.
2)
Thailand.
01.
Seni Gayung Fatani – aliran silat Malaysia
berasal dari Propinsi Pattani di Thailand Selatan. Salah satu dari 4 perguruan silat terbesar
yang memiliki reputasi di Malaysia
3)
Filipina.
01.
Maphilindo Silat – aliran silat yang didirikan
oleh Dan Inosanto untuk menghormati guru silatnya. Tersusun dari aliran silat Malaysia (Ma),
Philippines (Phil) dan Indonesia (Indo).
4)
Eropa.
01.
Persaudaraan Setia Hati.
02.
Persaudaraan Setia Hati Terate.
03.
Perisai Diri.
04.
Gerak Ilham.
05.
Dan lain-lain.
Sangat menambah wawasan
ReplyDeleteMenambah wawasan
ReplyDeleteSangat bermanfaat
ReplyDeleteIlmu baru nihh, terus semangatt
ReplyDeleteSemangat mas diva
ReplyDeleteBagus sekali
ReplyDelete