METODE PENELITIAN OLAHRAGA

 

Nama                : Diva Rizky Ramadhany

NIM                  : 20060484013

Kelas                 : 2020 A

Prodi                 : S-1 Ilmu Keolahragaan

METODE PENELITIAN OLAHRAGA

1.      Berdasarkan pengalaman pribadi

-         Jawab :

Pengaruh Asupan Makan (Energi, Karbohidrat, Protein Dan Lemak) Terhadap Daya Tahan Jantung Paru (Vo2 Maks) Atlet Sepak Bola

Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga endurance beregu yang membutuhkan daya tahan jantung paru. Kesegaran jasmani yang rendah diikuti dengan penurunan daya tahan jantung paru dapat menyebabkan penurunan kecepatan dan keterampilan dalam bermain bola. Daya tahan jantung paru dapat diukur melalui kadar VO2 maksimal yang dicapai. VO2 maksimal merupakan jumlah maksimum oksigen yang dapat diambil selama melakukan olahraga.

Asupan zat gizi pada makanan yang seimbang dapat mempengaruhi performa seorang atlet pada saat bertanding. Secara umum pemain sepak bola memerlukan pemenuhan energi, karbohidrat, protein dan lemak dengan mempertimbangkan latihan dan aktivitas fisik sehari-hari.

2.      Berdasarkan hasil pengamatan saya terhadap orang lain yang mengalami permasalahan yang sama

-         Jawab :

                Menurut pengalaman teman saya asupan makan (Energi, Karbohidrat, Protein dan Lemak) sangat bermanfaat untuk daya tahan jantung dan paru paru manusia karena asupan makanan yang sehat membantu manusia menyegarkan kembali daya tahan jantung paru. Dengan kondisi jantung paru yang sehat, tubuh manusia akan mendorong pelepasan hormon oksitosin dari otak yang mendorong tubuh untuk semakin rileks atau santai sehingga membantu terhindar dari pikiran negatif. Dengan berolahraga, kadar hormon tes seseorang berkurang setelah melakukan kegiatan fisik. Selain itu pada saat bersamaan, bisa merangsang produksi endorfin. Endorfin adalah penguat mood alami yang dapat menjaga stres dan depresi. Saat melakukan aktivitas fisik, tubuh mengeluarkan beta-endorphins yang menangkal hormone stres yang menjalar ke tubuh.

 

 

 

 

 

3.      Berdasarkan hasil penelitian sejenis / jurnal

-          Jawab :

            Pada penelitian ini sebelum diberikan perlakuan 36,8% subjek penelitian memiliki persen lemak tubuh yang kurang, 31,6% memiliki persen lemak tubuh yang normal, 31,6% memiliki persen lemak tubuh lebih dan sesudah diberi perlakuan sebagian besar subjek (63,2%) memiliki kategori persen lemak tubuh normal. Perubahan kriteria persen lemak tubuh pada sebagian besar subjek disebabkan oleh asupan makan yang meningkat dimana selama penelitian subjek diberi asupan karbohidrat 55-60%, protein 15-20% dan lemak 20-30% dari total kebutuhan energi. Hasil pengukuran persen lemak tubuh sebelum dan sesudah diberi perlakuan dalam pada penelitian ini menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna dengan nilai p = 0,126. Selain itu didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dan daya tahan jantung paru dengan nilai p = 0,272.

            Persen lemak tubuh tidak mempengaruh daya tahan jantung paru pada penelitian ini dikarenakan daya tahan jantung paru juga dipengaruhi oleh faktor lain berupa latihan fisik. Selama penelitian subjek rutin menjalani latihan sebanyak 11 kali dalam seminggu. Diketahui bahwa atlet yang rutin melakukan latihan akan memiliki nilai VO2 maksimal yang lebih tinggi.22 Pengukuran kadar hemoglobin pada penelitian ini menggunakan metode cyanmethemoglobin dan hasilnya seluruh subjek baik sebelum maupun sesudah diberi perlakuan memiliki kadar hemoglobin normal yang berada pada rentang 13- 16 g/dL. Nilai VO2 maksimal memiliki kaitan erat dengan sistem transportasi oksigen yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi melalui proses metabolisme di mitokondria. Oksigen yang diambil di paru-paru diangkut oleh hemoglobin dan dilepaskan ke jaringan aktif. Semakin tinggi kadar hemoglobin, proses transport oksigen ke jaringan akan semakin optimal.

            Hemoglobin sebagai pengangkut oksigen berperan dalam pengaturan tekanan oksigen dalam jaringan, sehingga akan menentukan pemakaian dan pelepasan oksigen dalam jaringan.6 Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberi perlakuan dengan nilai p = 0,211. Selain itu juga didapatkan hasil bahwa kadar hemoglobin tidak mempengaruhi daya tahan jantung paru. Kemungkinan hal ini disebabkan karena seluruh subjek memiliki kategori kadar hemoglobin yang normal sehingga tidak terdapat pengaruh kadar hemoglobin yang signifikan terhadap peningkatan daya tahan jantung paru.

              Hasil pengukuran daya tahan jantung paru sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menunjukkan perbedaan yang bermakna, dimana daya tahan jantung paru meningkat dengan nilai minimal dan maksimal sebelumnya adalah 38,79- 53,09 mL/kg BB/ menit dan sesudah adalah 41,92-60,47 mL/kg BB/menit. Nilai VO2 maksimal telah dikatakan baik apabila berada dalam rentang 45,2-50,9 mL/kg BB/menit.24 Sebagian besar subjek (94,8%) memiliki kategori daya tahan jantung paru baik, dimana rerata daya tahan jantung paru sesudah perlakuan adalah 50,9 ± 3,9 mL/kg BB/menit.

    Hasil Dan Penjelasan yang Dikutip dari Jurnal dan Daftar Pustaka

-          Jawab :

         Rerata asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak setelah diberi perlakuan mengalami peningkatan yang bermakna. Sebagian besar subjek (68,4%) memiliki kategori asupan energi normal, 73,7% subjek memiliki kategori asupan karbohidrat normal, 52,6% subjek memiliki kategori defisiensi protein tingkat ringan, dan 52,6% subjek memiliki kategori defisiensi lemak tingkat ringan. Pada penelitian ini didapatkan hasil tidak terdapat pengaruh asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak terhadap daya tahan jantung paru atlet. Sebagian besar subjek (84,2%) memiliki status gizi normal, dimana sesudah diberi perlakuan terdapat perbedaan rerata indeks massa tubuh yang bermakna. Sebanyak 63,2% subjek memiliki persen lemak tubuh yang normal, namun tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Semua subjek memiliki kadar hemoglobin normal baik sebelum maupun sesudah perlakuan. Pengukuran daya tahan jantung paru didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan, dimana sebagian besar subjek (94,8%) memiliki kategori daya tahan jantung paru yang baik. Variabel yang mempengaruhi daya tahan jantung paru adalah indeks massa tubuh.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://bjsportmed.com/content/36/3/218.full.pdf+html

http://jp.physoc.org/content/586/1/25.full.pdf+html

http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/61091320.pdf

http://iptekor.com/doc/10_3_3.pdf

Comments